Pribadi

Etika Mengutip Artikel

Posted on: 20 Agustus 2008

Sejak media cetak berangsur-angsur merambah Internet, informasi semakin mudah didapatkan. Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan para media cetak ini ketika menerbitkan artikel di Internet. Ada sebuah perbedaan mendasar antara media cetak dan media Internet. Perbedaan ini saya rasa sudah diketahui oleh kebanyakan para blogger. Apa perbedaan yang saya maksud?

Dalam mengutip berita pada media cetak, cukup menuliskan sumber referensi kutipan didapatkan dari mana. Misalkan sebuah media cetak menerbitkan artikel yang kutipan didapat dari media cetak lain cukup menyebutkan: sumber: Tabloid Pribadi.

Namun hal ini sangat berbeda ketika kita mengutip media Internet, contohnya artikel pada sebuah blog. Artikel tersebut tidak diharuskan menuliskan dari mana sumber kutipan tersebut berasal secara explisit. Namun yang harus dilakukan adalah melakukan tautan balik pada alamat di mana artikel tersebut didapatkan, kecuali jika sumber berasal dari media cetak. Bagaimana cara melakukan tautan balik dapat dibaca pada artikel mengenai tautan menggunakan anchor text (Inggris).

Kenapa media cetak dan Internet memiliki perlakuan berbeda? Hal ini disebabkan algoritma mesin pencari Google yang memprioritaskan sebuah artikel terkait yang direferensi oleh banyak artikel lainnya yang hanya ada di dunia Internet. Seperti yang kebanyakan orang tahu bahwa Google merupakan salesman paling unggul dalam mendatangkan pengunjung ke sebuah situs. Oleh karena itu, dengan memberikan tautan balik ke artikel yang dikutip, maka secara tidak langsung telah memberikan apresiasi terhadap artikel yang dikutip.

Dengan tidak memberikan tautan balik maka sebuah artikel bisa disebut sebagai penyebar luas berita tanpa sepengetahuan pemiliknya. Alasan kedua adalah dengan adanya tautan balik ini, pembaca bisa menilai keabsahan dari artikel yang dikutip.

Saya menegur keras para pengutip artikel di Internet yang tak memberikan tautan balik. Mereka sama saja pencuri berita. Dan tolong jangan samakan perilaku dalam media cetak dan Internet dalam menerbitkan artikel.

9 Tanggapan to "Etika Mengutip Artikel"

Sangat berguna postingnya. Benar sekali, saya juga sedang belajar untuk selalu berusaha menggunakan backlink untuk sebuah tulisan yang dikutip di blog.
Ini adalah penghormatan terhadap mereka yang menuliskan pemikirannya yang orisinal. kita harus bisa belajar menghargai karya orang lain….
walaupun saya sendirimasih kadang2 lupa, tapi begitu ingat langsung saya update linknya…
sangat bermanfaatūüėČ

[…] Saya tak akan pernah melakukan tautan balik ke situs Detik. Saya hanya akan menggunakan cara yang sama seperti yang mereka gunakan dalam mengutip berita. Memang mereka pikir mengutip artikel internet sama seperti media cetak! […]

wah, backlink memang baik sih, apalagi kalo memakai WP bisa dibalikin backlinknya, jadi sama2 mengunjungi.

gimana cra memberikan tautan balik?
sy krang tau tentang hal itu.. thank’s

Gampang kok, yg pake url atau href itu loh.

terimakasih ya infonya sangat bermanfaat sekali
aku sukaaaaaaa sama blog ini, bagus banget loh.
kita tukeran link yuk
aku tunggu kabar baiknya
salam blogingūüôā

[…] Secara fisik, ruang maya dan ruang nyata itu sangat berbeda namun, kegiatan yang sering kita lakukan di ruang maya tidak jauh berbeda dengan ruang nyata, misal bersosialisai, berbelanja, maupun berbisnis. a.¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Jangan menyindir, menghina, melecehkan, atau menyerang pribadi seseorang/pihak lain. b.¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Jangan sombong, angkuh, sok tahu, sok hebat, merasa paling benar, egois, berkata kasar, kotor, dan hal-hal buruk lainnya yang tidak bisa diterima orang. c.¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Menulis sesuai dengan aturan penulisan baku. Artinya jangan menulis dengan huruf kapital semua (karena akan dianggap sebagai ekspresi marah), atau penuh dengan singkatan-singkatan tidak biasa dimana orang lain mungkin tidak mengerti maksudnya (bisa menimbulkan salah pengertian). d.¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Jangan mengekspose hal-hal yang bersifat pribadi, keluarga, dan sejenisnya yang bisa membuka peluang orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan hal itu. e.¬†¬†¬†¬†Perlakukan pesan pribadi yang diterima dengan tanggapan yang bersifat pribadi juga, jangan ekspose di forum. f.¬†¬†¬†¬†Jangan turut menyebarkan suatu berita/informasi yang sekiranya tidak logis dan belum pasti kebenarannya, karena bisa jadi berita/informasi itu adalah berita bohong (hoax). Selain akan mempermalukan diri sendiri orang lainpun bisa tertipu dengan berita/info itu bila ternyata hanya sebuah hoax. g.¬†¬†¬†¬†Andai mau menyampaikan saran/kritik, lakukan dengan personal message, jangan lakukan di depan forum karena hal tersebut bisa membuat tersinggung atau rendah diri orang yang dikritik. h.¬†¬†¬†¬†¬†¬†Selalu memperhatikan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Artinya jangan terlibat dalam aktivitas pencurian/penyebaran data dan informasi yang memiliki hak cipta. i.¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Jika mengutip suatu tulisan, gambar, atau apapun yang bisa/diijinkan untuk dipublikasikan ulang, selalu tuliskan sumber aslinya. http://adamputera.blogspot.com/2013_06_01_archive.html Contoh-contoh komunikasi tidak etis di ruang maya, misal meng-update status di media sosial yang dapat merugikan sebuah pihak tertentu yang mungkin dilandasi oleh rasa tidak suka.¬†¬†Mengutip pendapat atau postingan orang tanpa memasukkan identitas pemilik dari blog, website, dan sebagainya sehingga ini menjadi sebuah kerugian bagi pemilik blog, website, dan sebagainya.¬† ¬† 4. Bagaimana etika mengutip tulisan dari media siber? Ketika kita inigin membuat makalah atau tulisan-tulisan yang kita ambil dari kutipan orang lain atau pendapat orang lain tentu kita harus mencantumkan nama pemiliknya ataupun penulisnya, dengan begitu kita tidak dikatakan sebagai plagiator atau penjiplak. Dalam mengutip berita pada media cetak, cukup menuliskan sumber referensi kutipan didapatkan dari mana. Misalkan sebuah media cetak menerbitkan artikel yang kutipan didapat dari media cetak lain cukup menyebutkan: sumber: Tabloid Pribadi. Namun hal ini sangat berbeda ketika kita mengutip media Internet, contohnya artikel pada sebuah blog. Artikel tersebut tidak diharuskan menuliskan dari mana sumber kutipan tersebut berasal secara explisit. Namun yang harus dilakukan adalah melakukan tautan balik pada alamat di mana artikel tersebut didapatkan, kecuali jika sumber berasal dari media cetak. Oleh karena itu, dengan memberikan tautan balik ke artikel yang dikutip, maka secara tidak langsung telah memberikan apresiasi terhadap artikel yang dikutip. Dengan tidak memberikan tautan balik maka sebuah artikel bisa disebut sebagai penyebar luas berita tanpa sepengetahuan pemiliknya. Alasan kedua adalah dengan adanya tautan balik ini, pembaca bisa menilai keabsahan dari artikel yang dikutip. Tata cara saat kita mengambil atau mengutip tulisan dari internet hal pertama kita harus mencantumkan:¬†nama penulis, judul, alamat web,¬†dan¬†tanggal mendownload. ¬† 5. Bagaimana etika membuat isi buatan pengguna (user generated content) di media siber? Dalam mengutip berita pada media cetak, cukup menuliskan sumber referensi kutipan didapatkan dari mana. Misalkan sebuah media cetak menerbitkan artikel yang kutipan didapat dari media cetak lain cukup menyebutkan: sumber: Tabloid Pribadi. Namun hal ini sangat berbeda ketika kita mengutip media Internet, contohnya artikel pada sebuah blog. Artikel tersebut tidak diharuskan menuliskan dari mana sumber kutipan tersebut berasal secara explisit. Namun yang harus dilakukan adalah melakukan tautan balik pada alamat di mana artikel tersebut didapatkan, kecuali jika sumber berasal dari media cetak. Dengan tidak memberikan tautan balik maka sebuah artikel bisa disebut sebagai penyebar luas berita tanpa sepengetahuan pemiliknya. Alasan kedua adalah dengan adanya tautan balik ini, pembaca bisa menilai keabsahan dari artikel yang dikutip. Sumber:¬†https://pribadi.wordpress.com/2008/08/20/etika-mengutip-artikel/ […]

tapi kebanyakan saat ini media media juga hanya mengutip artikel dari media lain tanpa backlink bisa anda lihat dimedia media online. sebaiknya yg buruk jangan ditiru terus menghargai karya orang lain thnks infonya gan.

Nice Articel.. thank you ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Categories

Archives

My Bookmarks

%d blogger menyukai ini: