Pribadi

Kontroversi Supriyadi dan Pengakuan Andaryoko Wisnuprabu

Posted on: 13 Agustus 2008

Pada salah satu media Internet Indonesia yang terkenal, detikcom, saat ini sedang hangat membahas mengenai pengakuan Andaryoko Wisnuprabu yang mengklaim bahwa dia adalah pahlawan PETA, Supriyadi. Di balik hingar bingar ini yang membuat saya tersenyum adalah metode yang digunakan dalam menentukan benar atau tidak klaim sebagai Supriyadi ini.

Ki Oetomo Darmadi merupakan adik tiri dari Supriyadi yang saat ini masih hidup yang bisa dijadikan landasan mengenai kebenaran klaim Andaryoko Wisnuprabu. Perkembangan dan komentar berita terkait di detikcom menyinggung bahwa Ki Oetomo Darmadi sempat berhadapan dengan kasus serupa beberapa waktu lalu. Kasus di mana seseorang mengaku sebagai Supriyadi. Dan dinyatakan palsu lantaran diketahui tidak bisa berbahasa Belanda dan Jepang.

Yang membuat saya tersenyum adalah karena beberapa pernyataan dari para ahli dan Ki Oetomo Darmadi mengingatkan saya sebuah film mengenai manusia yang mencoba menjelaskan bahwa dia sudah hidup ribuan tahun, The Man from Earth. Beberapa ahli mencoba membandingkan dengan sejarah yang mereka yakini dengan penuturan Andaryoko Wisnuprabu terhadap peristiwa terkait. Saya rasa pasti akan menemukan banyak kejanggalan. Karena sama saja seperti menanyakan diri kita mengenai apa yang kamu lakukan pada saat tahun baru 1995 lalu. Kita mungkin ingat, tapi hanya sebatas yang terpenting saja, dan tidak pada detailnya. Pembuktian dengan benda seperti foto dan barang-barang yang berasal dari sebuah peristiwa. Berapa banyak dari kita yang masih menyimpan foto lengkap acara penting hidup kita dan berapa banyak yang masih menyimpan baju yang digunakan saat ulang tahun ke-17. Coba deh nonton filmnya.

Melakukan tes dengan bisa atau tidaknya berbahasa Belanda dan Jepang saya rasa sama saja melakukan fallacy logic. Kalaupun terbukti bisa juga tidak langsung membawa ke kesimpulan benar atau tidak. Jikalaupun tidak bisa, sama seperti teman saya yang dulu waktu SD termasuk pandai mengaji tetapi ketika sudah lulus SMA menjadi kaku dan susah dalam membaca Al-Quran. Pengetesan terhadap sifat dan keahlian seseorang sangat tidak pantas dalam kasus ini.

Memperlihatkan foto-foto yang hampir serupa juga merupakan cara yang masuk akal. Hanya saja tidak bisa membawa langsung ke kesimpulan, hanya bisa menunjukkan berapa persen kesamaannya (mungkin 68% mirip).

Jadi, bagaimana cara membuktikannya? Mungkinkah dengan tes DNA terhadap Ki Oetomo Darmadi. Itupun jika Ki Oetomo Darmadi adalah adik tiri Supriyadi sesungguhnya (dan memang berasal dari satu bapak), mengingat bahwa dia juga merupakan produk orde baru yang konon paling luar biasa dalam memutarbalikan sejarah. Bisa jadi dia ada untuk mengantisipasi munculnya Supriyadi yang asli dalam meralat sejarah bangsa ini.

24 Tanggapan to "Kontroversi Supriyadi dan Pengakuan Andaryoko Wisnuprabu"

Keren analisanya kang…jadi kayak kisah detektip yak??🙂
-Tapi kalo melihat tahun hilangnya Supriadi dan umur Andaryoko sekarang,ntu bisa jadi salah satu patokan juga- cmiiw

Perlu diketahui, Ki Oetomo Darmadi adalah nasionalis bangsa yang dukungannya BUKAN pada Orde Baru.
Ki Oetomo Darmadi adalah pendukung Bung Karno.
Dan pernyataan bahwa Ki Oetomo Darmadi adalah saudara tiri Supriyadi adalah FAKTA dan BENAR.
Jika Anda tidak percaya, silakan mengunjungi rumahnya di Jalan Benda I, Jakarta Selatan. Atau Anda juga bisa menemui keluarga besar Supriyadi, yakni keluarga Darmadi di Blitar.
Saya menyatakan hal ini karena saya adalah kerabat dekat Ki Oetomo Darmadi dan saya juga merupakan bagian dari keluarga besar Darmadi, di mana secara formal, Supriyadi adalah anak pertama dari keluarga ini.
Jadi, mengenai masalah Andaryoko yang jelas-jelas berbohong dan terlihat bahwa dia memang bukan Supriyadi, sebaiknya mengontak keluarga Supriyadi yang sebenarnya. Bukan lewat pers.
Ditambahkan pula, dari segi fakta dan catatan keluarga saja, terlihat perbedaan yang sangat menyolok antara Andaryoko dengan Supriyadi (di Detik.Com juga ada).
Kesimpulannya: Andaryoko BUKAN Supriyadi, dan Supriyadi TIDAK PERNAH menggunakan nama Andaryoko selama hidupnya.
Terima kasih. Mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung. Saya hanya sedikit meluruskan fakta ini.

boleh tau alamat ki oetomo darmadi sekarang????

Kalo menurut saya, paling afdol dan valid dengan tes dna, kalo kuburan ortunya supriyadi masih ada, mendingan di bongkar saja, dan lakukan tes dna. kalo pake keluarga tiri, kayaknya pak andarmoko tidak mengakui sebagai keluarga sedarah hanya saudara angkat, jadinya tidak akan valid.harusnya pemerintah merespon, ntar bisa nyesal kalo bener andarmoko benar-benar supriyadi, kalo toh bukan, minimal dia juga saksi sejarah kan?

kalo berdasarkan pengakuan pihak saudara tiri atao andarmoko saja tidak akan valid. ato gunakan lie detector…

@Khalid
sebelumnya mohon maaf mengenai singgungan orde baru tersebut.

namun alasan saya mengatakan hal tersebut adalah perbandingan alasan Ki Oetomo Darmadi dalam membenarkan berita kematian Supriyadi dengan mentidakbenarkan berita pengakuan Supriyadi. bagaimana cara beliau membenarkan berita kematian Supriyadi? sekedar teori konspirasi yang sesuai dengan sifat dari orde lama🙂

Mengenai penggantian nama saya rasa sangat wajar jika mengingat sifat Supriyadi jika memang sempat melarikan diri.

Mengenai perbedaan catatan dan fakta mengenai Supriyadi di detikcom sudah saya jelaskan di artikel. tetapi perbedaan dengan catatan keluarga Darmadi, perlu dianalisis lebih lanjut. Benarkah catatan tersebut? Apakah catatan tersebut menuliskan fakta atau hanya sekedar catatan sudut pandang seseorang?

pembenaran dari pengakuan Andaryoko Wisnuprabu akan sangat sulit dibantah atau dibenarkan secara pernyataannya memiliki beberapa kesamaan. coba deh nonton film yang ku rekomendasikan. nanti akan paham mengapa saya berpikir seperti ini

Saya yakin betul kalau Supriyadi itu sudah gugur / meninggal dunia. Karena ada alasan tersendiri. Trims….

@khalid
anda sok tauuu…….percuma saja anda ngotot dengan yakin bahwa andaryoko bukan supriyadi, karna anda hanya korban orang yang mengandalkan fallaci dan hanya bersumber pada satu narasumber saja. anda hanya berkesimpulan pada keyakinan yang belum tau pasti. dan percaya baru katanya..katanya….

Saya pernah mendengar cerita tentang seseorang yang ikut dalam pemberontakan PETA. Ketika pemberontakan itu gagal, dia melarikan diri ke Jawa Tengah. Ternyata tentara Jepang dan anteknya memburu hingga ke kampung halamannya itu. Beruntung dia selamat.
Tampaknya, Supriyadi pun terus diburu tentara Jepang, saat pemberontakannya gagal. Boleh jadi, dalam perburuan itu Supriyadi tewas tertembak. Jika tertangkap hidup-hidup, dia pasti akan disidang dan dijatuhi hukuman mati, seperti rekan-rekannya yang lain.
Sedangkan pengakuan Andaryoko mirip dengan beberapa orang yang mengaku sebagai Anastasia, putri Tsar Nicholas II, yang diduga selamat dari pembantaian Dinasti Romanov tahun 1918. Polemik itu berakhir Juli 2008 lalu, ketika secara resmi uji DNA terhadap jasad yang diyakini sebagai Anastasia membuktikan bahwa gadis itu ikut terbunuh tahun 1918.
http://en.wikipedia.org/wiki/Grand_Duchess_Anastasia_Nikolaevna_of_Russia

saya sebetulnya agak bimbang juga kalo andaryoko = supriyadi. karena memang sampai sekarang tidak ada yg tau bukti bahwa supriyadi meninggal ( apa ada yg tau makamnya dmana???? ).. dan kalo memang andaryoko mengaku2 supriyadi.. ya silahkan .. nanti kan fakta yg berbicara.. yg jelas jangan memvonis dulu sebelum ada bukti atapun fakta…

@khalid
emang tau makamnya supriyadi dmana?? katanya km kerabat dekatnya =P

Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://politik.infogue.com/kontroversi_supriyadi_dan_pengakuan_andaryoko_wisnuprabu

Saya sudah baca bukunya. Benar-benar luar biasa, terlepas dari benar-tidaknya Andaryoko adalah Supriyadi.

Di dunia ini, tidak ada kebenaran yang hakiki.

Karena itu kita memang harus sering2 mempertanyakan keyakinan kita selama ini.

Mungkin satu hal yang kita semua setuju tentang hal ini. Andaryoko sudah waktunya bercerita tentang Supriyadi karena pada saat ini semuanya dah meninggal dan sisanya dah sama pikun.

kita berharap bahwa ada beberapa orang yang kenal Supriyadi (pemimpin PETA) yang masih hidup (dan tidak pikun) untuk dikonfrontasikan dengan Andaryoko.

entah siapapun Supriyadi, kita bisa salut dengan kisah supriyadi versi lama. Karena versi Lama ketika dibuat, banyak saksi sejarah yang masih hidup dan masih sehat, dah tentu beda keadaannya ketika masa sekarang kan? semoga klaim Supriyadi versi lama tidak dipolitisir (dan digeneralisir) bahwa hal itu hasil intervensi Rezim Orba.

Dan jangan sampai sejarah yang ditulis berdasarkan cerita orang banyak harus gugur di mulut satu orang.

kebetulan kakek saya adalah pejuang peta…ciri2 fisik setelah melihat andaryoko katannya mirip dg supriyadi…sehingga saya menyimpulkan mirip…perlu pembuktian lagi…selanjutnya cara melarikan diri dari jepang…persis cerita yg kakek saya alami termasuk bbrp pejuang peta yg lain…berikutnya ttg bahasa belanda dan jepang…kakek saya masih bisa sedikit2…bisa jadi sama dg andaryoko…potensi lupa sangat besar…sedangkan bbrp peninggalan…baju, samurai, foto2 dan cerita versi andaryoko yg ada sangat berpotensi utk membuktikan pengakuan andaryoko…so…jangan sampai pemerintah menyesal jika ternyata benar2 bahwa andaryoko adalah supriyadi…kalau perlu presiden menginstruksikan segera untuk memastikan kebenaran andaryoko

@yoshiki
Anda sendiri tidak perlu menghakimi orang lain seperti itu. Jika memang Anda berbeda opini, tidak perlu menyulut konflik.
Justru Anda terlihat sebagai korban orang yang gila sensasi seperti Andaryoko.
Dan kalau Anda masih tidak percaya dengan data-fakta tentang Supriyadi, silakan datang sendiri ke Blitar dan tanyakan pada keluarga besarnya.

Tolong diinformasikan kalo bisa ke Andaryoko/Supriyadi bahwa teman seperjuangan kakek saya dulu sama2 melarikan diri. Kek saya namanya Soekiman dari Desa Jogomerto Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk. Saya sudah mencari informasi kakek sudah sejak lama sampai keliling Indonesia. Kakek Soekiman menikah dengan Sayem, punya Anak 3 Orang. Anak pertama Dwi Sukesi, Alm (Ibu Saya) anak Kedua Soemanti dan Anak ketiga Eko Soeroso. Adik saya pernah mendengar cerita dari keluarga seperjuangan yang lain bahwa kakek pernah sempat mau kerumah di jogomerto, tetapi karena Nenek sudah menikah lagi kakek tidak mau kerumah, cuma titip anak2 ke teman seperjuangannya yang dikampung, yang sudah meninggal tetapi sempat mengamanatkan cerita ini untuk disampaikan kepada anak cucunya nanti.

Saya ingin bantuan andaryoko, mungkin masih mengingat betul. karena kami yakin kakek kami masih hidup, sama seperti Andaryoko, semoga sejarahselalu benar

Banyak versi munculnya tentang Soedancho Soepriyadi (Pembela Tanah Air) dari Blitar yang sering tumbuh dan tenggelam lagi tanpa ada kabar yang memastikan, rasanya ingin memberikan sumbangan pemikiran tentang pembenaran keberadaannya, bahwa masih ada ataukah sudah gugur.
Saya ini seorang yang oleh keluarga Almarhum Eyang R. Darmadi mantan Bupati Blitar diangkat sebagai cucu, inipun budi baik almahum yang berkesinambungan mulai dari ibu, ketika itu saya ikut merawat ayahnda Supriyadi (Eyang R. Darmadi) sewaktu sakit hingga wafat dan terus mengikuti prosesi penglarungan mulai dari kremasi di Krematorium Malang hingga proses penglarungan di pantai laut selatan Kota Blitar.
Ketika itu saya masih kecil diasuh dan dibesarkan hingga tamat SLTA, maka dari balik kehidupan keluarga harmonis yang berdomisili di Jl. Pahlawan 40 Blitar (Wisma Darmadi) dimana para putra-putrinya yang sudah berkeluarga dan menyebar ke seantero kota-kota besar di Indonesia, sempat saya tinggal dirumah itu mengamati peri kehidupan sehari-hari hingga Eyang kakung dan Eyang putri Rr. Soesulih Darmadi bersama keluarga putra bungsunya yaitu R. Hadiono Darmadi.
Dirumah itu, menjelang dewasa sering memandangai foto Soedanco Soepriyadi yang terpampang di ruang tamu tengah dan saya pernah bertanya pada Eyang, apakah Pak Soepriyadi itu masih hidup ? Alasan ini saya tanyakan karena sewaktu sekolah pada pelajaran sejarah tentang tokoh Peta ini terus mengiang ditelinga. Eyang Darmadi menjawab sudah. Kemudian terus bertanya lho kalau sudah wafat makamnya dimana Eyang ? itu belum terjawab.
Jika ditinjau dari jawaban yang saya dengar sendiri dari seorang ayah kandung Soepriadi terlepas dari hilangnya bukti, maka firasat keterikatan bathin dan getaran jiwa adalah isyarat telah terjadi sesuatu pada sang putra, walaupun firasat itu belum bisa dianggap sepenuhnya benar karena fakta yang berkembang dengan rentan waktu yang begitu panjang apalagi anggapan masyarakat adalah menghilang tanpa jasad, maka seorang ayah yang telah melahirkan anak dalam hati kecil tetap menolak anggapan yang berkembang luas tentang ketiadaan putranya.
Dengan mengikuti perkembangan sejarah tentang Soepriyadi yang sering muncul dimedia serta galian penelitian berbagai pihak, semuanya belum pernah membuahkan hasil, mengapa demikian ? Pertama, siapapun yang mengaku dirinya Soepriyadi harus bisa membuktikan dirinya dan mampu membuka “password” yang dipegang oleh Pak De Tomy (Ki Oetomo Darmadi); Kedua, mengapa ketika dicanangkan sebagai gelar Pahlawan Nasional yang diberikan pada 9 Agustus 1975 oleh Presiden Soeharto yang menganggap Soepriyadi telah gugur tidak ada claim dari pihak yang pernah mengaku Soepriyadi. Kemudian motif apa pengakuan pihak-pihak lain yang mengatas namakan Soepriyadi muncul di era sekarang.
Benar adanya bahwa salah satu yang pernah saya tangkap adalah dialog bahasa belanda yang setiap saat dikomunikasikan termasuk kepada saya, karena didikan almarhum pada saya saat itu adalah didikan belanda dan itu adalah merupakan kunci utama seperti yang diserukan oleh Pak De Tomy (Ki Oetomo Darmadi).
Demikian sekilas pandangan, semoga untuk yang berkepentingan segera dikonfrontir bersama Pak De Tomy (Ki Oetomo Darmadi) di Jl. Banda dibilangan Blok M Kebayoran Baru Jakarta agar catatan sejarah tidak kabur seterusnya.

kepada didi untung susadi,

kalau kirim thread sebaiknya belajar bahasa indonesia yang baik dulu biar bahasanya dapat dimengerti.

dilli gumay

semoga yang benar bisa dibuktikan segera ………

Saya melihat tulisan ini hanya menyumbang teori konspirasi, yg hemat saya hanya sampah belaka. Bila usaha pembuktian dianggap sebagai ‘ fallacy logic’ lalu apakah tidak perlu dibuktikan? Paragraf terakhir bicara DNA dengan tanda tanya, lalu apa yg ingin dituju oleh artikel ini? Saya melihat belang dari StandAlone (penulis) adalah memainkan jurnalisme konflik, yaitu menyebarkan kebencian antar pihak, dalam hal ini orde baru. Semoga menjadi perhatian, trims.

Analisis yang cukup menarik, mengingat Ki Oetomo Darmadi juga pernah melakukan perbuatan yang menurut saya sama sekali tidak bertanggungjawab dengan melakukan penembakan ke atap rumah dinas mantan Rektor ITB, almarhum Prof Iskandar alisjahbana ( http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/12/18/Opini/krn.20081218.151290.id.html ).
Jadi, kemungkinan bahwa Ki Oetomo Darmadi ada untuk memutarbalikkan fakta sejarah bisa saja diterima.

kalau dia memang supriyadi pasti ingat apa username ma pass account facebooknya supriyadi.. coba tanyakan.. mumpung masih ada orang yg ngaku2 coba di cari kebenaranya.. jangan pesimis.. karena 50 tahun lagi gak akan ada orang2 yg bisa mengaku2 sebagai supriyadi

Susah-susah amat mastiin Andaryoko ini Supriyadi pahlawan PETA atau bukan. Bandingin aja orang aslinya dengan gambar/foto Supriyadi. Kalau saya sih yakin banget Andaryoko ini Supriyadi. Dengan cara apapun, orang setua Andaryoko nggak mungkin bisa sengaja mirip-miripin dirinya dengan Supriyadi. Lagian, apa sih untungnya dia ngaku-ngaku Supriyadi selain ini menguak kebenaran sejarah?

ada 23 tanggapan
menurutku andaryoko itu supriyadi baca aja di google book yg mencari supriyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Categories

Archives

My Bookmarks

%d blogger menyukai ini: