Pribadi

Muak dengan Acara yang Menggunakan SMS Polling

Posted on: 11 Agustus 2008

SMS polling biasa digunakan pada acara kompetisi-realita seperti Indonesia Idol, KDI dan lain-lain (maaf saya tidak terlalu hafal dengan acara seperti ini). Dengan sistem ini, pemirsa bisa berinteraksi terhadap acara dengan mengirimkan SMS untuk mendukung salah satu atau lebih idola. Jumlah SMS yang masuk ini kemudian menjadi penentu dari idola yang harus maju dan mundur pada acara tersebut. Yang hendak saya soroti adalah logika mengapa kita harus mengirimkan SMS ini.

Acara seperti Indonesia Idol yang melibatkan pemirsa dengan SMS polling sama sekali tidak memberikan apresiasi terhadap pemirsa yang telah berpartisipasi. Tidak ada hadiah khusus bagi mereka yang telah mengirimkan SMS. Namun, pemirsa sudah dibebani dengan harga SMS premium yang tidak murah, Rp. 2000 per SMS. Bisa dibayangkan berapa jumlah SMS yang masuk dalam setiap acaranya. Maka wajar saja jumlah pemirsa yang berpartisipasi tidak ditampilkan, mereka hanya menampilkan dalam bentuk persentasi, agar pemirsa tak perlu tau berapa jumlah uang yang masuk dalam acara tersebut.

Bahkan untuk pemilihan Putri Indonesia pun sudah menerapkan sistem seperti ini. Saya tidak habis pikir mengapa ada mekanisme ini pada acara tersebut, padahal dengan mengikutsertakan pemirsa atau penonton (dengan SMS) sama saja membebaskan penilaian terhadap kriteria seorang Putri Indonesia. Karena pengirim yang berpartisipasi akan menilai berdasarkan penilaiannya masing-masing. Seperti yang saya alami, saya memilih peserta yang berasal dari alumni kampus saya (hanya memilih dalam hati, tidak via SMS).

Dari dua hal tersebut saya mempertanyakan mengapa saya dan kita harus ikut serta dalam mengirimkan SMS. Apakah karena ada peserta yang kita kenal lantas kita mati-matian membelanya? Oke itu masuk akal, tapi yang sama sekali tidak punya hubungan dengan peserta apakah ada benefit jika berpartisipasi? Saya rasa tidak, atau ada perspektif yang tidak saya dapatkan?

Karena pemikiran ini saya terheran-heran jika sampai ada yang tergila-gila untuk mengirim SMS untuk membantu idolanya. Tapi saya maklumi, bisa saja yang saya tidak suka justru orang lain suka. Tapi jika harus mengeluarkan uang lebih untuk sesuatu yang gua suka, setidaknya harus ada nilai lebih untuk saya. Saya masih memaklumi istri saya yang tergila-gila dengan Amerikcan Idol dan Indonesia Idol (sampai minta didownloadkan 1 episode penuh), namun masih dalam taraf kewajaran karena walau suka tapi tidak mengirimkan SMS satu kali pun.

Namun yang membuat saya muak adalah ucapan salah satu host acara serupa yang meminta untuk mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar idolanya tidak tereleminasi. Mau cari untung yang banyak yah? Karena SMS yang masuk masih kurang, ditambah dengan profil peserta di kehidupan sehari-hari. Ooh, SMS iba pun terkirimkan.

Saya dengar Indonesia Idol akan dihentikan. Well, saya sudah merasa hal ini akan terjadi, melihat dari sesi finalnya yang lebih panjang dari biasanya (mungkin SMS yang masuk belum sesuai target maka diperpanjang). Saya harap hal ini benar-benar terjadi dan tolong hentikan acara-acara seperti ini. Saya Muak!

2 Tanggapan to "Muak dengan Acara yang Menggunakan SMS Polling"

It’s all about business. Sms sms itu untuk menaikkan trafik sms. Apalagi tarif yang dikenakan pun tarif premium. Di tengah acara selalu diberikan posisi polling sms. Tapi tidak pernah disampaikan berapa pastinya sms yang masuk. Ini untuk memancing penggemar agar terus mengirim sms supaya jagoan mereka tetap unggul. Apalagi dengan mengumbar kisah para idola, emosi penggemar semakin dpermainkan . Penggemar menjadi semakin kasihan. Masih ingat cerita Idola Cilik kemarin ?.
Kalau mau fair, kan bisa dibuat 1 sms per nomor asal. Jadi nggak mungkin seseorang kirim lebih dari sekali. Tapi model begini kan tidak menguntungkan. Dari mana mereka akan membayar royalti program, membayar pengisi acara bahkan membelikan hadiah untuk para pemenang. Sudah banyak kisah peserta audisi yang tidak mendapat kepopuleran tapi malah kebelit utang.
Saya bukan anti idol (saya menjagokan Aris Idol sejak dia masuk ruang audisi) tapi cara begini sungguh nggak bisa diterima.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Categories

Archives

My Bookmarks

%d blogger menyukai ini: