Pribadi

Alasan Gua Berdiskusi dengan Selalu Berbeda Pendapat

Posted on: 27 Agustus 2007

Ini untuk jawaban dari komentar di artikel “Rumah yang Tak Dimasuki Malaikat“.

Alasan gua membawa diskusi mengenai malaikat ini adalah karena gua ngeliat ada indikasi (he?) kalo kita ingin mendapatkan ridho dari-Nya dengan perantara malaikat. Di lain sisi, banyak juga ditemui supranatural yang mengklaim apa yang mereka lakukan juga merupakan hal yang sama, walaupun perantara yang mereka sebutkan bukan dari malaikat. Entah apa itu.

Dan, gua melihat keduanya berada di konteks yang sama (yep ini debatable). Namun, yang gua kagak setuju adalah menempatkan tindakan yang satu lebih baik dari yang lain. Makanya pada setiap argumen pada diskusi ini gua kembalikan ke yang paling dasar, semuanya berasal dari-Nya. Entah bagaimana caranya.

Mungkin gua masuk yang ke-4, orang yang mencoba skeptis terhadap sebuah paradigma. Kenapa paradigma tersebut ditentukan seperti itu? Gua memang tidak memiliki wawasan yang luas sehingga paham semuanya. Tapi gua masih percaya akan hukum logika pembuktian salah. Kagak perlu mengetahui segalanya untuk membenarkan sebuah paradigma, cukup satu buah logika yang bisa membuktikan salah. Orang awam pun diberi ruang untuk berargumen jika mereka memang melihat ada kesalahan terjadi. Tidak membatasi pada bahwa harus yang expert untuk memberikan masukan.

Dan dalam hal ini gua mencoba netral. Gua bukan pada posisi seperti orang-orang yang sudah menempatkan diri pada pemikiran mencari solusi bahwa kasus 1 jawabannya adalah A, tidak ada jawaban lainnya, mari kita gali lebih dalam mengenai A. Gua kagak seperti itu.

Nah, kalau gua menempatkan diri pada kasus 1 mengapa jawabannya A? Kan masih bisa B, C dan seterusnya. Apakah karena pemikiran mu sudah tertutup sehingga pilihan yang ada di depan mu hanya satu?

Saat ini kita tidak memiliki pemimpin, semua pemikiran manusia saat ini sifatnya debatable bahkan yang sudah pasti sekalipun masih bisa dipertanyakan.

Ambil contoh: telunjuk digerakkan saat “tasyahud akhir” masih diperdebatkan. Antara mengerak-gerakkan dan menunjuk. Padahal menurut gua, bisa jadi semuanya bener (atau keduanya salah). Mungkin saja pada sholat tertentu Rosul memang mencontohkan dengan menggerak-gerakan dan di sholat jenis lain menunjuk. Apakah ada yang memperhatikan hal ini? Saya rasa tidak, karena yang berpikir di sana hanya mencari jawaban antara yang ada dipikiran mereka dan jawaban yang mereka pikirkan.

Mengenai telunjuk ini, saat ini diasumsikan bahwa keduanya benar. Jikalau berasumsi bahwa rosul mencontohkan dengan 2 gerakan tersebut. Tapi keduanya bisa jadi salah, seandainya ternyata Rosul mencontohkan pada beberapa sholat tertentu. Misal Dzuhur mencontohkan digerak-gerakkan dan Isya menunjuk. Namun karena lepas dari pengamatan, maka hal seperti ini terabaikan (kan yang diperdebatkan antara menggerak-gerakkan atau menunjuk, bukan yang lain). Berbeda dengan Sholat Id yang sekali dalam setahun, jikalau ada perbedaan maka akan sangat terlihat. Karena SHolat Id termasuk istimewa (berbeda dengan yang lain). Makanya saat ada takbiratul ihram yang jumlahnya tidak seperti biasanya akan sangat terlihat.

Yang ingin gua tekankan seh. Kenapa terlalu terfokus pada satu jawaban? Apakah jawaban tersebut sudah mengenai dari esensi pertanyaannya? Lalu seandainya ditemukan kasus berbeda namun masih dalam satu konteks, apakah jawaban yang sama masih bisa digunakan? Jikalau tidak, mengapa?

2 Tanggapan to "Alasan Gua Berdiskusi dengan Selalu Berbeda Pendapat"

Too much asking will kill you…

hahahahah logika pikirnya agak terlalu-telrlalu…ahahha ngakk tega ngomongnya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Categories

Archives

My Bookmarks

%d blogger menyukai ini: